"De, jika ada yang menasehati atau mengkritik kamu baik dengan cara menyindir atau dengan tutur kata yang halus, harus didengarkan dengan baik dan jangan tersinggung ya". Kata-kata ini yang selalu saya bawa ketika saya bersosialisasi dengan orang lain. Ketersinggungan ini bisa jadi muncul ketika seseorang menasehati kita, tetap saja kita manusia. Tapi kemabli lagi bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Dosen saya pernah memberikan wejangan kepada saya, "orang yang tidak menerima ketika dinasehati atau dikritik adalah orang yang tidak berjiwa besar, dan orang lain tidak akan mau mengkritik dia lagi. Seharusnya yang dikritik BERTERIMAKASIH dengan orang yang mengeritik". Super sekali beliau itu, dan saya belajar ber-positive thinking dari beliau, Ma'am Ria.
Saya melihat banyak sekali fenomena "ketersinggungan" yang berdampak buruk bagi orang yang tersinggung itu sendiri. Saya tidak bermaksud mengajari untuk me-muhasabah diri (menginstropeksi diri), tapi hendaklah sindiran atau perbuatan yang bermaksud menyindir itu dicerna dengan baik. Tidak sedikit dari kita marah dan dendam ketika ",dinasehati. Ketika kita marah dan melontarkan amarah pada sisi yang salah, maka kezoliman yang akan muncul. Tak perlu dendam, karena dendam itu sifatnya SETAN. "Secra sadar atu tidak, perlakuan seseorang kepada kita merupakn bentuk dari "nasihat". Sering di "singgung", baik secara verbal ataupun perbuatan? nikmatilah itu, Ibaratnya adalah hujan vitamin untuk jiwa kita. Tapi harus di-follow up dengan merubah diri kita menjadi lebih baik.
Menjadi pribadi yang professional tidaklah gampang, proses dan godaanya panjang. Termasuk ketika saya menulis Note ini. Saya juga memuhasabah diri saya sendiri untuk bertingkah "humble". Menerima kutipan kritikan dari saudara kita sendiri adalah harta yang patut disyukuri. Kritikan itu ibarat coin yang punya 2 sisi coin yang menggambarkan bentuk kritkan, tapi ibarat koin itu sendiri, ia berharga. Satu sisi koin "teguran" adalah bentuk sayang seseorang kepada kita untuk menyentil hati kita untuk berubah dan sisi lain adalah gambaran betapa manusia itu punya sisi buruk, menyentil bukan pada sasaran yang tepat (Fitnah). Baik itu wujud rasa sayang atau benci sesoarng terhadap kita, hendaksnya disaring dengan pemikiran yang cekatan dan bersih. "Saling seru meyerulah kamu dalam kebaikan" (JSP)
Penutup:
Saya kutip sebuah pesan dari Sahabat saya yamg murah hatinya. Bliau kutip sepenggal ayat Tuhan untuk kita semua. Semoga hati kita selalu diberi kebaikan dan keikhlasan untuk menerima kritikan dari orang lain.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Laufulmahfuz). “ (QS. Al An’am (6): 59)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar