Kamis, 12 April 2012

Sapi (Sahabat Ada disamPing kIta)

"Emang bener nyakitin ya, klo kita pnya temen trus dia jelek-jelekin qt gtu dblakang "stabber", tapi lo pernah mikir ga', emng penting bgt gtu mikirin orng kyk gtuan. Klo gw jd lo, gw bakal tonjokin tuh muka ampe bonyok". Anna berceloteh bak bebek kehilangan anknya. Aku hanya tersenyum sambil melengos kembali ke bakso yang belum habis aku embat. Aku kecewa berat ma temen yang sudah ku anggap sebgai soul-mate ku slama ini. Tega bgt dia ngember ksana -ksini ttg kejelekanku. Menyeslpun percuma, ngak bkal ngembaliin keadaan. Marah sih sebenarnya, tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur a.k.a crying over spilt milk bhsa kerennya. "Ah mood gw hilang nih", ujarku lirih. Rasanya pentol-pentol bakso ketwa ketiwi melihat kebodohanku telah memepercayai si-ember itu. "Cabut yuk", timpalku lagi. "Eh, gw blm slese makn nih, ntar bakso gw nagis lagi gra gra gak dimakan", dengan mulut penuh Anna mlnjtkn mknnya. "Dasar perut sapi lo Na", smabil kuplototin si Anna. "Hewan pemamabiak kaleeeeeee", imbuhnya.

"Lo pernah mikir gak Ri, klo lo tu gak pantes merasa sedih karena perlakuan si-stabber ", tanya Anna. "Gw kesel Na, habisnya gak habis fkr gw, kita tuh dah kayak saudara kembr, kembar siam malah", grutuku. "Lebay lo, gini deh Ri. Lo tu gak boleh kalah ma hal kyk gtu, kita masih dsini kok, buat lo". "Tp, lo bk gw Na, lo gak tw gmna rasanya" timpal ku lagi. "Ya, tp maslahnya, mw sampe kapan lo mw gini terus?, smpe harga BBM naik lagi? Helloooooooooo get real girl". Aq mlai keasl dibuatnya "Maslah buat lo klo gw gini?". "Iya, mslah berat buat gw. lo sahabat gw, klo lo trus-trusan gini, lo brrti gak percaya ma gw". Aku terdiam, belum sepat aku berkata, Anna sudah berkicau lagi. "Eh Ri, dengerin gw dengan baik. Lo tu pnya bnyak teman yang care ma lo. Lo gak sendiri Ri. Lo bsa lebih baik dari ini, lo musti semnagt!", semnagt kyk Riri yg gw kenal". Tak terasa air mata ini jatuh berlinag. "Lo tumben pinter Na, ahhh gw ngais kan, jd cengeng", sambil ku peluk tubuhnya. "Maksih teman" tambahku lagi. "upzzzzzz, save the tears for meat ball, I am getting hungry". Sambil menempuk punggungku lagi. Aku tertawa sabil mengais. Anna mmng tau bagaiman menyampaikan pesan terbaik untukku, dan aku besyukur memeilki teman sepertinya.

"jadi, Bakso lagi nih". Omelku.

"hari gini jeng, mana ada yg gratis. Tuh wejangan bisa dibayar ma bakso". timpalny sambil tertawa cekikikan.

"iya iya, pemilik lambung sapi". ungkpaku dengan penuh semnagt.

"gw yg traktir lo sekranr Ri, krna lo dah ktawa lagi".

"gw dah kenyang tau, lambung gw bkn lambung sapi," cibirku.

"sekali sekali ngrasain punya lambung sapi, ga masalah kan hahahaha.

"okayyyyyy". smabil berlari kecil ke arah Anna.

Aku tau terllu sempit rasanya menyalahkan keadaan dan mnyakiti perasaan orng lain karena satu maslah. Aku sll mcri-cari teman yg ku anggap baik. Tpi sjatinya meraka sudah berdiri dan menopang bahuku sejak lama. Cuma aku saja yg tak jeli melihtna. Berterimakishlah denga sahabt-shbt terbaikmu. :)

Batasan

Pernah benar-benar berharap mendapatkan apa yang diinginkan dan yakin 100% bahwa itu terbaik untuk kita?. Dan kebodohan ini menghampiri diri saya berulang ulang kali. Berharap alias "ngarep banget" untuk mendapatkan sesuatu, baik itu perhatian atau seseorang yang mengerti saya. Bagusnya setelah saya bolak balik mempertimbangkan dan mencari referensi terhadap apa yang saya harapkan. Pada akhirnya saya sadar bahwa semua yang saya harapkan itu hanyalah sebuah kesia-siaan, semu, fatamorgana. Bahkan intuisi saya bilang bahwa saya berhak mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik dati itu. Rasa percaya diri saya muncul dan saya tau hal itu atau dia bukan orang yang tepat untuk saya. Dari banyak kata-kata yang nyantol di otak saya adalah "Laki-laki baik hanya untuk wanita yang baik baik pula, atau sebaliknya" atau "Tuhan itu memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan". Ibarat bergantung di sarang laba-laba, sarang paling rapuh yang pernah ada, saya asik memainkan perasaan hati saya untuk hal yang saya yakini itu tidak baik, bermain-main dengan sesuatu "sudah" ditentukan bahwa itu salah. Saya berusaha untuk tidak melampaui batas, karena Tuhan tidak suka dengan orang-orang yang melampaui batas. Jika dibilang, godaan yang selalu membisikkan telinga saya untuk melampaui batas itu bagaikan panah api yang datang dari segala penjuru. Kekuatan yang saya harus himpun adalah keberanian untuk membuka mata bahwa itu "salah".Lagi-lagi, hal tersebut bukan satu hal yang mudah. Apa yang saya harapkan saat ini pun adalah panah api terbesar yang setidaknya telah menjilat berbapa bagian tubuh saya. Semua semu, semua tak nyata. Tuhan adalah sang pemilik hati, dan Dia yang maha membolak balikan hati. Tak ada yang berhak mencuri hati saya selain Dia. Godaan ini bukan yang pertama kalinya dan jangan sampai saya melampaui batas.

Cemburu

Mengapa Anda harus pusing dengan keberhasilan orang lain yang notabene kebahagiaan itu diperolehnya dengan usaha yang begitu keras, usaha yang halal. Tak habis fikir saya, mengapa beberapa orang yang saya kenal tidak suka melihat orang lain bahagia dan anehnya mereka begitu bahagia melihat orang lain menderita. Bahkan ada yang mati-matian berusaha untuk menjatuhkan orang lain hanya karena alasan yang spele. Orang lainpun berhak bahagia dan menikmati apa yang telah dia upayakan dengan baik.

Sehari yang lewat, setelah mendapat curhatan singkat terhadap masalah yang sahabat saya lalui, saya baru menegrti bahwa rasa khawatirnya sangat beralasaan. Bliau bukan orang yang begitu pandai (ini yang bliau katakan ke saya), tapi saya tau dengan baik ada dua hal yang saya sangat salut dari beliau, ketelitian dan kemauan untuk belajar. Dua hal ini jauh lebih baik dari ketidak tahuan yang beliau miliki. Alasan yang sangat klasik ketika pertama kali beliau bebincang dengan saya, "saya takut". Sedari awal saya sudah menekankan kepada beliau bahwa ketakutan dengan bayangan sendiri hendaknya dihilangkan, terlebih lagi dengan apa yang sudah di lewati, semua masukan dan pengetahuan yang diperoleh untuk menghadapi ujian yang bakal dilalui. Menguasai sepenuhnya semua yang akan dilakukan dalam menjalankan kerjaanya.

Bagi saya, beliau berhak mendapatkan apa yang ada sekarang, ini bukan dari faktor lama atau tidaknya beliau mengerjakan sesuatu. Saya tau apa saja yang sudah bliau lalui dan lakukan, saya tau prosesnya dengan baik. Kegigihan beliau dan keberaniannya pula yang tidak menutup mata saya untuk berkata beliau itu berhak menerima pujian ini. Saya yakin, yang lain hanya melihat satu sisi saja dari bliau, "diakan baru sebentar", "diakan tidak lebih pintar dari saya", "diakan tidak ada apa-apanya", "saya akan tes dia". Kecemburuan sosial karena mereka hanya melihat satu sisi gelap dari diri mereka saja. Saya merasa kasihan melihat orang-orang seperti mereka. Dukunglah, bukan jatuhkan, berilah komentar positif, bukan malah merendahkan dan tak perlu menjatuhkan orang lain yang telah berbuat baik dan telah bekerja dengan giat dengan mencari-cari kesalahnnya.

Memberikan suport adalah bagian terpenting yang saya ataupun Anda harus lakukan untuk orang-orang yang di remehkan dan dianggap rendah seperti ini. Kecemburuan yang tidak beralasan. Dari sisi ini, masing-masing kita bisa menilai apa yang harus dilakukan dan membuka mata hati untuk menjernihkan hati dalam mengurangi kecemburuan yang kotor.

Beberapa orang memang dilahirkan untuk menjadi orang yang pintar, tapi bagI saya orang-orang yang terlahir sebagai pribadi yang beruntung jauh lebih baik, beruntung dalam artian cerdas dan tanggap menghadapi sesuatu. Bersyukurlah mejadi orang yang cerdas nan beruntung (JSP)

Sentilan

"De, jika ada yang menasehati atau mengkritik kamu baik dengan cara menyindir atau dengan tutur kata yang halus, harus didengarkan dengan baik dan jangan tersinggung ya". Kata-kata ini yang selalu saya bawa ketika saya bersosialisasi dengan orang lain. Ketersinggungan ini bisa jadi muncul ketika seseorang menasehati kita, tetap saja kita manusia. Tapi kemabli lagi bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Dosen saya pernah memberikan wejangan kepada saya, "orang yang tidak menerima ketika dinasehati atau dikritik adalah orang yang tidak berjiwa besar, dan orang lain tidak akan mau mengkritik dia lagi. Seharusnya yang dikritik BERTERIMAKASIH dengan orang yang mengeritik". Super sekali beliau itu, dan saya belajar ber-positive thinking dari beliau, Ma'am Ria.

Saya melihat banyak sekali fenomena "ketersinggungan" yang berdampak buruk bagi orang yang tersinggung itu sendiri. Saya tidak bermaksud mengajari untuk me-muhasabah diri (menginstropeksi diri), tapi hendaklah sindiran atau perbuatan yang bermaksud menyindir itu dicerna dengan baik. Tidak sedikit dari kita marah dan dendam ketika ",dinasehati. Ketika kita marah dan melontarkan amarah pada sisi yang salah, maka kezoliman yang akan muncul. Tak perlu dendam, karena dendam itu sifatnya SETAN. "Secra sadar atu tidak, perlakuan seseorang kepada kita merupakn bentuk dari "nasihat". Sering di "singgung", baik secara verbal ataupun perbuatan? nikmatilah itu, Ibaratnya adalah hujan vitamin untuk jiwa kita. Tapi harus di-follow up dengan merubah diri kita menjadi lebih baik.

Menjadi pribadi yang professional tidaklah gampang, proses dan godaanya panjang. Termasuk ketika saya menulis Note ini. Saya juga memuhasabah diri saya sendiri untuk bertingkah "humble". Menerima kutipan kritikan dari saudara kita sendiri adalah harta yang patut disyukuri. Kritikan itu ibarat coin yang punya 2 sisi coin yang menggambarkan bentuk kritkan, tapi ibarat koin itu sendiri, ia berharga. Satu sisi koin "teguran" adalah bentuk sayang seseorang kepada kita untuk menyentil hati kita untuk berubah dan sisi lain adalah gambaran betapa manusia itu punya sisi buruk, menyentil bukan pada sasaran yang tepat (Fitnah). Baik itu wujud rasa sayang atau benci sesoarng terhadap kita, hendaksnya disaring dengan pemikiran yang cekatan dan bersih. "Saling seru meyerulah kamu dalam kebaikan" (JSP)

Penutup:

Saya kutip sebuah pesan dari Sahabat saya yamg murah hatinya. Bliau kutip sepenggal ayat Tuhan untuk kita semua. Semoga hati kita selalu diberi kebaikan dan keikhlasan untuk menerima kritikan dari orang lain.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Laufulmahfuz). “ (QS. Al An’am (6): 59)

Pria Dewasa

Terlalu cepat menilai seseorang, membuat pribadi saya lemah. Saya sadar bahwa setiap orang punya sisi baik, dan saya dengan fasih mengerti bahwa ketika saya hanya melihat sisi buruk sesorang maka semua sisi baiknya akan terlupakan. Terlalu cepat emosi juga membuat saya semakin takberarti, titik didih kesabaran yang terlalu rendah membuat saya membabi buta. Saya sering berfikir bahwa saya orang yang cukup dewasa dalam berfikir dan bertidak, tapi secara jelas saya salah mengenal diri saya. Terlalu angkuh untuk dibilang bijak dan terlalu naïve untuk berkata saya sudah cukup dewasa. Saya masih sangat kekanak-kanakan untuk dibilang sebagai pria dewasa yang matang secara emosional.

Kegilaan saya untuk menjadi sesorang yang mengerti keaadaan dan memahami orang lain memaksa saya untuk bertidak ceroboh dan tidak matang berspekulasi. Kadang ada kesan memaksa dan terlalu dibuat-buat, mungkin ini dampak karena ingin dikatakan dewasa. Saya tau sisi dewasa saya hanya menempati seper empat jiwa saya. Selebihnya saya harus terus bekerja dengan diri saya untuk menjadi pria dewas yang sesungguhnya. Prioritas yang membuat saya terus bergulat dengan kedewasaan yang ada. Ada banyak sekali prioritas yang ingin dicapai dan semuanya butuh kematangan.

Egois, saya egois kepada diri saya sendiri. Saya tidak memberikan waktu untuk diri saya untuk berhenti sejenak untuk menghirup udara kedewasaan yang ada. Meskipun kadangkala saya mengalah untuk bilang, bertindaklah normal. Berilah ruang dihati untuk tidak menjadi pribadi jahat,”two-faced man”. Saya tidak sebaik yang saya fikirkan, saya menghamburkan ego saya sebagai manusia yang berpura-pura innocence. Jiwa yang perlu kembali dipupuk dengan wisata rohani. Jiwa ini sudah gersang dan lemah untuk menumbuhkan bunga kearifan.

Saya mencoba menumbuhkan rasa positive thinking dalam jiawa saya dan sangat berhati-hati dengan fikiran saya sendiri, karena fikiran ini membuat bulir-bulir embun kebaikan tidak akan membasahi kepala saya dan menyegarkan tindakan saya. Sejenak saya ingin tidur dan bangun kembali dengan membawa niatan baik. Saya harus benar-benar mengosongkan jiwa saya untuk tidak memulai ke-egoan dan mnjernihkan otak saya dengan mengirimkan sinyal positive.

Kematian adalah peringatan dan pengingat yang selalu coba pegang saat ini. (jsp)

Beautiful U

Pagi-pagi dah sibuk merenung mikirin orang lain, eh aq nih concern ma dia. Huft, ketika dibuka wall Fb nya, ternyata dia akan jauh lebih kuat dan tegar tanpa aq kok. Aq bukan sok-sok bisa baca orang lain, tapi aq punya intuisi yang kuat buat ngeyakinin diri aq bahwa adek ku itu akan jadi lebih kuat dari apa yang aq fikirin. Kok bisa? mungkin ada yg nanyain gtu. Jwabnya sih simpel aja, dia tuh punya temen yang se-abrek dan siap nampung semua crita dia. Hu hu hu hu, lucky ya. Tapi bener lho, jadi ikutan seneng baget, ketika lihat time-line nya dia, It's so classy and honest, setidaknya ini ungkapan yang intuisi aq samapaikan.

Adekku itu cuma"risau" sejenak kok, tapi tenaganya akan pulih cepet. Aku bisa lihat dari guratan wajahnya dan sifatnya. Lebih dari apapun aku dah merasa deket ma dia, even cuma tau aja. Serasa sok kenal sok dekat, tapi bukan gtu sebenernya, hubungan emosional itukan bisa dibangun walaupun cuma dalam waktu yang singkat. Dia sebenarnya bejasa banyak ke aq, pasalnya dia ngajarin aku untuk lebih peka dan ngerti lingkungan. Dia juga ngajarin arti sebuah kerja keras. Wah, pujian buat dia tuh. Bahkan pagi-pagi ini, dia dah nginspirasi aq buat nulis. Hohohohohohoho

Aq berdoa buat dia, semoga Tuhan memberikan sesuatu yg lebih baik dan berharga dari smua yang dia harepin. Toh dia dah punya bnyak hal yang harus dsyukurin, dia punya temen yg baik n care (semua temenya jujur2 and baik, aq bsa lihat), dia punya sense untuk bikin orang lain bahagai, dia periang dan bersemnagt. Count your blessing My dear pal :D. Aq tau dia bakal jadi "seseorang" dan aku bisa nerawang itu (sok-sok jadi paranormal) gee, but it's true. Pokoknya semngat deh, aq paling gak suka lihat dia atopun yang lain sedih, ato "GALAU" (kata-kata yang gak perlu buat ducapin). Lebih dari apapun, dia itu special. Mungkin dia gak sadar tentang hal ini, tapi orang lain yang nilai itu, Beautiful U.

Note ini bukan untu satu oang saja, tapi buat kita semua. Syukuri apa yang ada, God gives what U need, not what U want. Semangat ya :D (jsp)